Solo Kota Budaya dengan Kekayaan Rasa
Solo, atau Surakarta, dikenal sebagai salah satu jantung kebudayaan Jawa. Kota yang tenang ini tidak hanya menyimpan pesona sejarah melalui Keraton Kasunanan dan Pura Mangkunegaran, tetapi juga memanjakan siapa saja yang datang dengan kekayaan cita rasa kulinernya. Menjelajahi kuliner di Solo bukan sekadar mengisi perut, melainkan sebuah perjalanan menyelami tradisi, sejarah, dan kehangatan masyarakatnya. Setiap hidangan menyimpan cerita, diolah dengan resep turun-temurun yang menjaga keaslian rasa.
Dari hidangan utama yang menggugah selera, jajanan pasar yang menggoda, hingga minuman tradisional yang menghangatkan, Solo menawarkan pengalaman gastronomi yang lengkap. Tak heran jika kota ini menjadi destinasi favorit para pencinta makanan. Artikel ini akan menjadi panduan Anda untuk menelusuri ragam kuliner di Solo yang wajib dicoba, lengkap dengan rekomendasi tempat legendaris dan tips agar petualangan rasa Anda semakin berkesan. Bersiaplah untuk dimanjakan oleh kelezatan otentik dari Kota Batik ini!
1. Mengapa Kuliner Solo Begitu Istimewa?
Keunikan dan kelezatan kuliner di Solo tidak terlepas dari beberapa faktor kunci yang membentuk karakteristiknya:
- Pengaruh Budaya Jawa yang Kental: Cita rasa masakan Solo umumnya didominasi oleh perpaduan rasa manis dan gurih (gurih legit), dengan penggunaan bumbu rempah yang seimbang dan tidak terlalu pedas menyengat, khas selera Jawa Tengah.
- Warisan Kerajaan (Keraton): Banyak hidangan khas Solo memiliki akar atau pengaruh dari lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta. Hidangan keraton cenderung memiliki cita rasa yang halus, presentasi yang menarik, dan proses memasak yang detail, mencerminkan keanggunan budaya bangsawan. Selat Solo adalah salah satu contohnya.
- Ketersediaan Bahan Lokal: Penggunaan bahan-bahan segar lokal seperti santan kelapa, gula jawa, rempah-rempah, dan sayuran khas turut membentuk identitas rasa masakan Solo.
- Tradisi Turun-Temurun: Banyak penjual makanan legendaris di Solo mewarisi resep dan teknik memasak dari generasi sebelumnya. Hal ini menjaga keaslian rasa dan membuat beberapa tempat makan menjadi ikon kuliner yang bertahan puluhan tahun.
- Akulturasi Budaya: Beberapa hidangan, seperti Selat Solo, menunjukkan adanya pengaruh Eropa (Belanda) yang kemudian diadaptasi sesuai dengan lidah lokal, menciptakan hidangan unik baru.
2. Hidangan Utama Khas Solo yang Wajib Dicoba
Saat berburu kuliner di Solo, pastikan Anda tidak melewatkan hidangan-hidangan utama yang menjadi ikon kota ini:
-
Nasi Liwet Solo: Inilah primadona kuliner Solo. Berbeda dengan nasi liwet Sunda, Nasi Liwet Solo adalah nasi gurih yang dimasak dengan santan kelapa, disajikan dengan suwiran ayam opor, telur pindang, sayur labu siam (sambal goreng jipang), dan areh (santan kental yang dikeringkan). Disajikan di atas pincuk daun pisang, aromanya begitu khas dan rasanya gurih memanjakan lidah.
- Rekomendasi Tempat: Nasi Liwet Bu Wongso Lemu (Keprabon, legendaris sejak 1950), Nasi Liwet Bu Sarmi (sekitar Pasar Singosaren).
-
Selat Solo (Bistik Jawa): Hidangan ini sering disebut “Salad Jawa” atau “Bistik Jawa”. Terdiri dari irisan daging sapi (kadang galantin/rolade daging), kentang goreng, wortel rebus, buncis rebus, selada, acar timun, dan telur pindang, lalu disiram dengan kuah berwarna kecoklatan yang memiliki cita rasa manis, asam, gurih, dan segar. Konon, hidangan ini merupakan adaptasi dari steak Eropa oleh kaum bangsawan keraton.
- Rekomendasi Tempat: Warung Selat Mbak Lies (Serengan, terkenal dengan dekorasi keramiknya), Omah Sinten Heritage Hotel & Resto, Kusuma Sari Resto.
-
Timlo Solo: Sup bening nan segar ini menjadi pilihan tepat untuk menghangatkan badan atau saat ingin menyantap sesuatu yang ringan namun kaya rasa. Isian Timlo Solo sangat khas, terdiri dari sosis solo (daging ayam cincang dibungkus dadar telur), irisan telur pindang, jamur kuping, ati ampela ayam, dan terkadang soon. Kuahnya bening gurih terbuat dari kaldu ayam.
- Rekomendasi Tempat: Timlo Sastro (belakang Pasar Gede, legendaris sejak 1952), Timlo Maestro, Timlo Kwali.
-
Tengkleng Kambing: Bagi pencinta olahan kambing, Tengkleng adalah menu wajib. Berbeda dengan gulai yang bersantan kental, Tengkleng adalah sup tulang belulang kambing (iga, kaki, kepala) dengan kuah bening kekuningan yang kaya rempah namun terasa ringan dan segar. Konon, hidangan ini tercipta dari kreativitas masyarakat memanfaatkan sisa tulang kambing yang tidak terpakai oleh bangsawan. Sensasi ngrikiti (menggerogoti) tulang dengan bumbu yang meresap adalah daya tariknya.
- Rekomendasi Tempat: Tengkleng Klewer Bu Edi (Pasar Klewer, buka sore hingga malam, sangat terkenal), Tengkleng Rica Pak Manto.
-
Sate Buntel: Masih dari olahan kambing, Sate Buntel adalah sate unik khas Solo. Dibuat dari daging kambing cincang yang dibumbui rempah, kemudian dibungkus (dibuntel) dengan lemak jala kambing, baru kemudian ditusuk dan dibakar. Hasilnya adalah sate dengan tekstur yang empuk juicy di dalam dan sedikit garing di luar, dengan aroma bakaran yang khas. Disajikan dengan bumbu kecap, irisan bawang merah, tomat, dan kol.
- Rekomendasi Tempat: Sate Kambing Hj. Bejo (Lojiwetan), Sate Kambing Pak Manto, Sate Kambing Tambak Segaran.
-
Sate Kere (Sate Tempe Gembus): Namanya unik, “kere” berarti miskin. Sate ini terbuat dari tempe gembus (ampas tahu) yang dibumbui bacem gurih manis, lalu dibakar dan disajikan dengan bumbu kacang pedas. Terkadang disajikan juga bersama sate jeroan (usus, kikil). Meskipun sederhana dan murah meriah, rasanya sangat khas dan banyak digemari.
- Rekomendasi Tempat: Banyak ditemukan di area Stadion Manahan, sekitar Jl. Arifin, atau penjual kaki lima lainnya.
-
Gudeg Ceker Margoyudan: Jika Yogyakarta punya gudeg kering, Solo juga punya gudeg dengan ciri khasnya sendiri. Gudeg Solo cenderung lebih basah dan gurih. Salah satu yang paling ikonik adalah Gudeg Ceker Bu Kasno di daerah Margoyudan (dekat Stasiun Balapan) yang buka dini hari. Disajikan dengan nasi, gudeg nangka muda, sambal goreng krecek, dan tentu saja ceker ayam yang empuk melimpah.
- Rekomendasi Tempat: Gudeg Ceker Bu Kasno (Margoyudan).
-
Nasi Langgi: Serupa nasi rames, Nasi Langgi disajikan dengan nasi putih atau nasi gurih bersama aneka lauk pauk seperti telur dadar rawis, serundeng kelapa, kering kentang/tempe, sambal goreng ati, dan terkadang empal atau daging lainnya. Kombinasi rasa dan teksturnya sangat kaya.
- Rekomendasi Tempat: Adem Ayem Restaurant, Nasi Langgi Pak Kumis.
3. Jajanan Pasar dan Kudapan Khas yang Menggoda
Perjalanan kuliner di Solo belum lengkap tanpa mencicipi aneka jajanan dan kudapannya yang legendaris:
-
Serabi Notosuman: Inilah ikon jajanan Solo yang paling terkenal. Berbeda dari serabi Bandung, Serabi Solo dibuat dari tepung beras dan santan, dimasak dalam wajan kecil dari tanah liat. Teksturnya lembut dan sedikit basah di tengah, dengan pinggiran yang agak garing. Tersedia rasa original (gurih santan) dan cokelat (dengan taburan meises). Cara menggulungnya saat disajikan juga khas.
- Rekomendasi Tempat: Serabi Notosuman Ny. Lidia dan Ny. Handayani (Jl. Mohammad Yamin, Notosuman – keduanya asli dan sama-sama enak).
-
Intip: Kudapan renyah ini adalah kerak nasi liwet yang sengaja dikeringkan lalu digoreng. Ada varian rasa gurih (asin) atau manis (disiram gula jawa cair). Teksturnya sangat renyah dan unik. Banyak dijual di pusat oleh-oleh atau pasar tradisional.
-
Kue Leker: Jajanan yang sering ditemui di depan sekolah ini berupa crepe tipis dan renyah yang dilipat. Isian klasiknya adalah pisang, cokelat meses, dan gula pasir. Ada juga varian modern dengan keju atau isian lain.
-
Sosis Solo: Jangan bayangkan sosis Eropa. Sosis Solo adalah gulungan dadar telur tipis yang berisi adonan daging ayam atau sapi cincang yang dibumbui gurih. Ada versi basah (dikukus) dan versi goreng. Cocok sebagai camilan atau lauk pendamping.
-
Es Dawet Telasih Bu Dermi: Di tengah teriknya Solo, segelas es dawet adalah pelepas dahaga yang sempurna. Es Dawet Telasih Bu Dermi di Pasar Gede sangat legendaris. Isiannya terdiri dari dawet (cendol hijau), bubur sumsum, ketan hitam, tape ketan, dan biji selasih, disiram kuah santan segar dan gula jawa cair. Rasanya manis, gurih, dan menyegarkan.
-
Wedang (Minuman Hangat): Untuk malam hari atau saat udara dingin, Solo punya aneka wedang (minuman hangat) yang nikmat. Ada Wedang Ronde (air jahe hangat dengan bola-bola ketan isi kacang, kolang-kaling, roti tawar), Wedang Asle (kuah santan hangat dengan ketan, potongan roti, dan agar-agar), atau Wedang Dongo (mirip ronde tapi kadang dengan isian berbeda). Banyak penjual wedang kaki lima di malam hari.
4. Tempat Makan Legendaris dan Pusat Kuliner
Selain tempat-tempat spesifik yang sudah disebutkan, berikut beberapa area atau tempat makan lain yang patut dikunjungi saat berburu kuliner di Solo:
- Pasar Gede Hardjonagoro: Bukan hanya pasar tradisional biasa, Pasar Gede adalah surga kuliner. Di sini Anda bisa menemukan Es Dawet Bu Dermi, Lenjongan (aneka jajanan pasar seperti tiwul, cenil, klepon), Cabuk Rambak (ketupat tipis dengan sambal wijen), Brambang Asem (daun ubi jalar rebus dengan sambal terasi asam), dan tentu saja Tengkleng Bu Edi di dekatnya.
- Galabo (Gladag Langen Bogan): Pusat kuliner malam hari yang berlokasi di kawasan Gladag. Di sini berkumpul berbagai penjual makanan khas Solo, cocok untuk makan malam santai.
- Kawasan Keprabon: Dikenal sebagai pusatnya Nasi Liwet legendaris seperti Bu Wongso Lemu.
- Adem Ayem Restaurant: Restoran legendaris yang menyajikan aneka masakan Jawa otentik, termasuk Nasi Langgi dan Gudeg.
- Omah Sinten Heritage Hotel & Resto: Menawarkan pengalaman bersantap dengan suasana Jawa klasik dan hidangan khas seperti Selat Solo.
5. Oleh-oleh Kuliner Khas Solo

Pulang dari Solo, jangan lupa membawa buah tangan untuk keluarga atau teman. Beberapa oleh-oleh kuliner di Solo yang populer:
- Serabi Notosuman (bisa dikemas tahan beberapa jam).
- Intip Goreng (tahan lama).
- Abon Sapi/Ayam (Merek Mesran cukup terkenal).
- Brem Solo (makanan fermentasi ketan).
- Roti Mandarin Orion (roti lapis dua warna legendaris).
- Keripik Paru.
6. Tips Menikmati Wisata Kuliner di Solo
Agar pengalaman wisata kuliner Solo Anda maksimal, perhatikan beberapa tips berikut:
- Beranikan Diri Mencoba: Jangan ragu mencoba hidangan yang belum pernah Anda cicipi. Solo punya banyak rasa unik.
- Jelajahi Berbagai Area: Jangan hanya terpaku di satu tempat. Jelajahi Pasar Gede, Keprabon, Manahan, atau area lain untuk menemukan permata kuliner tersembunyi.
- Tanya Rekomendasi Lokal: Penduduk lokal seringkali tahu tempat makan enak yang mungkin tidak terlalu turistik.
- Perhatikan Jam Buka: Beberapa tempat makan legendaris hanya buka di pagi/siang hari (seperti Timlo Sastro) atau justru malam/dini hari (seperti Gudeg Ceker Margoyudan atau Tengkleng Bu Edi).
- Siapkan Perut: Variasi makanan sangat banyak, atur porsi agar bisa mencicipi lebih banyak jenis hidangan.
- Bersiap dengan Rasa Manis: Meskipun tidak semua, banyak masakan Solo memiliki sentuhan rasa manis yang cukup dominan.
Solo Merupakan Destinasi Wajib Para Pencinta Rasa
Solo adalah destinasi yang memuaskan panca indera, terutama lidah. Kekayaan kuliner di Solo mencerminkan kedalaman budaya dan sejarah kota ini. Setiap suapan Nasi Liwet yang gurih, setiap seruput kuah Timlo yang segar, atau setiap gigitan Serabi Notosuman yang lembut adalah bagian dari pengalaman otentik yang tak terlupakan.
Menjelajahi aneka hidangan dari warung kaki lima sederhana hingga restoran legendaris adalah cara terbaik untuk mengenal Solo lebih dekat. Jadi, jika Anda merencanakan perjalanan ke Jawa Tengah, pastikan untuk meluangkan waktu khusus berburu kuliner di Solo. Dijamin, Anda akan pulang dengan perut kenyang, hati senang, dan kenangan rasa yang akan selalu ingin Anda ulangi. Selamat menikmati petualangan kuliner Anda di Kota Solo!