Kerjasama Budaya Antara Indonesia dan Belanda Dilakukan Oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dutch Cultural Heritage Agency (RCE) Serta Reinwardt Academy

0
15

Sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaan atas penjajahan yang dilakukan oleh Belanda.

Semua rakyat bersatu dan saling bahu membahu untuk melawan segala bentuk penindasan.

Namun seiring perjalanan waktu kedua negara bekerja sama untuk memperkuat kerjasama dalam bidang budaya.

Belanda dan Indonesia memperkuat ikatan budaya melalui Program Pertukaran Pengetahuan Museum.

Kagiatan ini memungkinkan pertukaran ide dan pengalaman, sehingga meningkatkan kemampuan para profesional museum di Jakarta.

Kedutaan Besar Kerajaan Belanda melalui keterangan resminya di Jakarta, Senin menjelaskan bahwa.

Inisiatif tersebut merupakan kerja sama antara Kedutaan Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Timor- Leste, dan ASEAN,
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dutch Cultural Heritage Agency (RCE) dan Reinwardt Academy.

“Belanda sangat berkomitmen untuk mendukung sektor warisan budaya Indonesia.

Melalui inisiatif seperti program Pertukaran Pengetahuan Museum, kami bertujuan untuk berbagi keahlian kami.

Serta mendorong pertukaran ide yang dinamis yang akan menguntungkan kedua negara kita,” ucap Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar Belanda, Adriaan Palm.

Program Pertukaran Pengetahuan Museum didirikan sebagai tanggapan atas permintaan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Tujuan utama program meliputi pertukaran praktik terbaik dari Belanda yang dapat diterapkan pada museum di Jakarta,

Selain itu juga memfasilitasi pertukaran antar-rekan untuk mengatasi tantangan saat ini.

Program paralel juga sedang dilaksanakan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia.

Upaya yang dilakukan di antaranya membentuk lokakarya kreatif, membentuk citra modern museum di Jakarta.

Agar menarik pengunjung setelah pandemi, dan mengidentifikasi potensi kerja sama antara museum di Belanda dan Jakarta.

“Lokakarya ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi program publik museum, khususnya dengan keluarga sebagai dasar pendidikan,” ucap Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana.

Pada Sesi pelatihan perdana yang telah diadakan pada Oktober 2023 lalu berfokus pada manajemen strategis museum.

Sebanyak 30 peserta dari sembilan belas museum, unit budaya, dan galeri merumuskan strategi manajemen museum menggunakan kanvas model bisnis.

Sesi tersebut menekankan pentingnya menetapkan visi dan misi yang jelas, menyelaraskan peran staf, dan mengintegrasikan strategi pemasaran kontemporer.

Pada sesi Juli 2024 akan berfokus pada program museum untuk keluarga.

Pelatihan akan membahas pembelajaran lintas generasi, program keluarga, dan penyampaian konten yang efektif dalam konteks museum.

Peserta akan merancang pameran dan program yang berorientasi pada keluarga dengan tujuan mengubah museum menjadi ruang yang menarik bagi keluarga.

Sedangkan sesi pelatihan penutup yang dijadwalkan pada Oktober 2024 akan membahas penilaian koleksi museum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here